KARAWANG -HES - Banyak kalangan yang merasa khawatir atas perkembangan bangsa ini, terutama ketika kita melihat dan menyaksikan banyak indikasi dalam kehidupan bermasyarakat , berekonomi dan bernegara, nilai-nilai Pancasila sudah terabaikan. Kalangan muda kita banyak melihat dan menyaksikan bagaimana generasi pendahulunya berperilaku.
Pola-pola perilaku tersebut tentu memberi pengaruh pada pola-pola pemikiran dan sikap kaum muda. Artinya bila pola-pola perilaku kaum tua yang melecehkan Pancasila, akan berimbas pula pada perilaku kaum muda. “Ini sangat berbahaya,”kata Asep Sudrajat Gani, Ketua Bidang Organisasi Dan Keanggotaan Gerakan Muda FKPPI PC X/19 KRW, saat berbincang dengan wartawan PELITAKARAWANG, Selasa (12/3/2013).
Asep yang baru pulang dari Penataran Parkorna Angkatan ke 13 di Jakarta, menyampaikan kekhawatirannya atas nasib bangsa ini kedepan. Bila satu bangsa sudah melupakan jati dirinya akan cepat punah. “Lihatlah Uni Sovjet, negara yang begitu perkasa dan adi daya, runtuh dalam sekejap, ketika penduduknya sudah meninggalkan jati dirinya,” tutur Asep.
Lebih jauh Asep menilai bangsa ini sudah jauh meninggalkan jati diri. Pancasila sebagai dasar negara dan menjadi filosofi berbangsa dan bernegara sudah ditinggalkan. Sifat gotong royong sudah terkikis habis oleh kepentingan pribadi-pribadi. Kaum muda sudah tak tertarik dengan seni budaya sendiri, mereka terbuai dengan seni budaya asing. Banyak anak-anak sekolah yang tak bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Stasiun-stasiun televisi hanya mengumandangkan lagu nasional ketika menutup acara siarannya. Yang paling mengagetkan ada calon Hakim Agung yang tak hafal Pancasila.
“Negara ini dibangun oleh darah dan airmata para pejuang bangsa yang ingin mendirikan negara berdaulat, bermartabat dan memiliki jati diri. Nampaknya ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan negara ini dari dalam,” Asep melontarkan kekecewaannya.
sumber www.pelitakarawang.com


0 komentar:
Posting Komentar